Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan instruksi tegas kepada jajaran pemerintah dan para petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Perintah ini berfokus pada kebutuhan mendesak untuk segera melakukan pemangkasan anak-cucu perusahaan beserta unit-unit usaha yang berada di bawahnya. Langkah strategis ini diinstruksikan dengan tujuan utama untuk meningkatkan efisiensi operasional, mendorong produktivitas usaha, dan mempercepat proses pengambilan keputusan di dalam entitas-entitas vital milik negara tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan terhadap kinerja BUMN secara keseluruhan, menjadikannya lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar serta tantangan ekonomi.
Instruksi penting ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah rapat terbatas yang diselenggarakan di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Ahad malam, 9 Agustus 2026. Pertemuan tersebut dihadiri oleh beberapa menteri kabinet serta Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, yang menerima arahan langsung dari Kepala Negara. Kehadiran para petinggi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti agenda reformasi struktural di tubuh BUMN. Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan BUMN menjadi fokus utama diskusi, menandakan prioritas pemerintah untuk menciptakan birokrasi yang lebih ramping dan efektif.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang turut hadir dalam rapat tersebut, kemudian menjelaskan lebih lanjut mengenai esensi dari perintah Presiden. Menurut Teddy, pemangkasan anak dan cucu perusahaan, yang sering disebut sebagai ‘layer-layer’ dalam struktur korporasi, memiliki tujuan krusial. Salah satu tujuan utamanya adalah untuk mempercepat waktu pengambilan keputusan, terutama dalam menghadapi masa-masa dan persoalan-persoalan yang bersifat genting dan krusial. Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan bahwa BUMN dapat merespons tantangan dengan lebih cekatan dan tidak terhambat oleh lapisan birokrasi yang terlalu panjang. Informasi lebih lanjut mengenai instruksi ini dapat ditemukan dalam laporan berita yang diterbitkan pada Senin, 10 Agustus 2026, yang mengonfirmasi arahan Presiden.
Perintah Presiden untuk Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan BUMN
Dalam pertemuan di Hambalang, Presiden Prabowo Subianto secara eksplisit memerintahkan pengurangan ‘layer-layer’ dan anak cucu perusahaan tidak hanya di Pertamina dan PLN, tetapi juga di BUMN lainnya. Penekanan pada Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan BUMN ini menunjukkan visi yang lebih luas untuk restrukturisasi menyeluruh di sektor BUMN. Pemangkasan ini ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas seluruh BUMN lebih meningkat, dan efisiensi operasional dapat lebih terjaga secara konsisten. Pernyataan ini disampaikan oleh Seskab Teddy sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Kabinet yang dikonfirmasi di Jakarta. Visi ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan bahwa BUMN dapat berfungsi sebagai pilar ekonomi yang kuat dan efisien, bebas dari beban struktural yang tidak perlu.
Langkah ini dianggap penting untuk menciptakan struktur organisasi yang lebih ramping dan gesit. Dengan mengurangi jumlah entitas di bawah payung BUMN induk, diharapkan akan terjadi peningkatan transparansi dan akuntabilitas. Proses bisnis akan menjadi lebih sederhana, mengurangi potensi tumpang tindih fungsi dan duplikasi pekerjaan yang seringkali menjadi penyebab inefisiensi. Selain itu, dengan jalur komunikasi yang lebih pendek, informasi dapat mengalir lebih cepat dari manajemen puncak hingga ke unit operasional, memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap perubahan pasar atau kebutuhan strategis. Hal ini juga akan mempermudah pengawasan dan evaluasi kinerja, memastikan bahwa setiap unit bekerja sesuai dengan tujuan utama perusahaan.
Mempercepat Pengambilan Keputusan dan Produktivitas
Fokus pada percepatan pengambilan keputusan adalah aspek krusial dari instruksi Presiden. Dalam lingkungan bisnis yang serba cepat saat ini, kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat dan cepat adalah kunci keberhasilan. Struktur perusahaan yang terlalu berlapis seringkali memperlambat proses ini, menyebabkan hilangnya peluang atau keterlambatan dalam menanggapi krisis. Dengan Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan BUMN, diharapkan rantai komando akan menjadi lebih pendek, memungkinkan para pemimpin untuk bertindak dengan lebih lincah. Ini sangat relevan bagi perusahaan sebesar Pertamina dan PLN, yang memiliki peran strategis dalam menyediakan energi dan listrik bagi seluruh negeri. Keputusan yang cepat dapat berarti perbedaan antara keberlanjutan pasokan atau gangguan layanan yang berdampak luas.
Peningkatan produktivitas juga menjadi target utama. Dengan struktur yang lebih efisien, sumber daya – baik manusia maupun finansial – dapat dialokasikan dengan lebih optimal. Unit-unit usaha yang tidak lagi relevan atau memiliki kinerja rendah dapat diintegrasikan atau dihilangkan, membebaskan sumber daya untuk investasi pada area yang lebih strategis dan menguntungkan. Ini akan mendorong inovasi dan efisiensi biaya, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya saing BUMN di pasar domestik maupun internasional. Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri sendiri turut melaporkan kemajuan dari program mand (mandat) yang sedang berjalan, menunjukkan adanya upaya internal yang sejalan dengan arahan Presiden.
Mendorong Efisiensi Menyeluruh di BUMN
Instruksi Presiden Prabowo Subianto ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk mendorong efisiensi menyeluruh di seluruh BUMN. Efisiensi bukan hanya tentang memangkas biaya, tetapi juga tentang mengoptimalkan setiap aspek operasional untuk mencapai hasil maksimal dengan sumber daya minimal. Dengan mengurangi ‘layer-layer’ yang tidak perlu, BUMN dapat fokus pada inti bisnis mereka, menghindari diversifikasi yang berlebihan yang mungkin mengencerkan fokus dan sumber daya. Ini adalah langkah fundamental untuk memastikan bahwa BUMN dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perekonomian nasional dan melayani masyarakat dengan lebih baik.
Kebijakan ini juga diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Dengan struktur yang lebih sederhana, pengawasan internal dan eksternal akan menjadi lebih mudah dan efektif. Ini akan mengurangi risiko korupsi dan praktik-praktik tidak efisien lainnya, menciptakan lingkungan bisnis yang lebih transparan dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, Pemangkasan Anak-Cucu Perusahaan BUMN ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan BUMN yang lebih kuat, lebih efisien, dan lebih produktif, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan ekonomi dan BUMN, pembaca dapat mengunjungi sumber berita terpercaya seperti Republika Online.
