JAKARTA – Gagasan ekonomi berbasis kebersamaan dan kegotongroyongan yang diusung oleh Prof. Soemitro Djojohadikusumo kini menemukan manifestasi konkretnya. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyatakan bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), yang merupakan keputusan strategis Presiden Prabowo Subianto, adalah perwujudan nyata dari pemikiran tokoh ekonomi terkemuka tersebut. Pernyataan ini disampaikan oleh Ferry dalam acara peluncuran buku ‘Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan’ dan Simposium Nasional yang berlangsung di Gedung RRI Pusat, Jakarta, pada Selasa, 4 Agustus 2026.
Simposium Nasional tersebut mengusung tema krusial, yaitu “Urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam Menata Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara penting ini diselenggarakan oleh Yayasan Membangun Nusantara Kita, menandai upaya kolektif untuk merenungkan kembali dan mengimplementasikan nilai-nilai ekonomi yang telah lama diperjuangkan oleh para pendiri bangsa. Menurut Ferry, pemikiran Prof. Soemitro, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah koperasi di Indonesia, tetap sangat relevan untuk diwujudkan dan dikembangkan di era kontemporer ini, terutama dalam konteks penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih.
Koperasi Desa Merah Putih: Wujud Nyata Pemikiran Soemitro
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dinilai sebagai instrumen vital untuk memperkuat pemerataan ekonomi di seluruh pelosok negeri. Menkop Ferry Juliantono menggarisbawahi bahwa keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk meluncurkan program ini adalah langkah strategis yang secara langsung mengadopsi esensi pemikiran Prof. Soemitro Djojohadikusumo. Konsep ekonomi yang menekankan pada kekuatan kolektif dan semangat gotong royong, yang telah lama menjadi pilar dalam pemikiran Soemitro, kini diimplementasikan melalui struktur koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kokoh dan inklusif, di mana setiap anggota masyarakat memiliki peran aktif dalam pembangunan ekonomi lokal mereka. Pemikiran Soemitro yang visioner ini, menurut Ferry, tidak hanya relevan di masa lalu, tetapi juga menjadi panduan penting untuk menghadapi tantangan ekonomi masa kini dan masa depan.
Kontribusi Soemitro Djojohadikusumo dalam Sejarah Koperasi
Menilik kembali sejarah, Prof. Soemitro Djojohadikusumo memiliki jejak kontribusi yang tak terhingga dalam perjalanan koperasi di Indonesia. Ferry Juliantono menyebutkan bahwa Soemitro adalah salah satu pendiri Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKPRI), sebuah organisasi yang memiliki peran signifikan dalam menggerakkan sektor koperasi di tanah air. Kontribusi beliau terhadap pengembangan koperasi di Indonesia sangat besar, termasuk dalam membangun fondasi kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang menjadi landasan bagi banyak kebijakan ekonomi selanjutnya. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap kebijakan yang dirumuskan didasarkan pada data dan analisis yang kuat, bukan sekadar asumsi. Warisan intelektual Soemitro, yang menekankan pentingnya data dan bukti dalam perumusan kebijakan, masih terus diaplikasikan hingga saat ini, membuktikan relevansi abadi dari pemikirannya. Oleh karena itu, program Koperasi Desa Merah Putih menjadi sebuah penghormatan dan kelanjutan dari visi besar beliau.
Memperkuat Ekonomi Nasional Melalui Koperasi Desa
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan salah satu program strategis pemerintah yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo. Program ini dirancang untuk menjadi tulang punggung pemerataan ekonomi, terutama di daerah pedesaan. Dengan mendirikan koperasi di setiap desa dan kelurahan, diharapkan potensi ekonomi lokal dapat dioptimalkan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Konsep ini sejalan dengan tema simposium nasional yang membahas urgensi Undang-Undang Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial dalam menata bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Visi Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia sebagai negara maju dan sejahtera, sangat bergantung pada fondasi ekonomi yang kuat dan merata, yang salah satunya dapat dicapai melalui penguatan sektor koperasi. Pembangunan gerai fisik Koperasi Desa Merah Putih, seperti yang terlihat di Desa Tegowangi, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Selasa, 13 Januari 2026, adalah bukti nyata dari komitmen ini, menunjukkan bahwa implementasi program ini sedang berjalan secara konkret di lapangan.