Gambar Thumbnail generate AI
Tragedi kebakaran yang menimpa KM Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep pada Minggu, 2 Agustus 2026, telah menyisakan duka mendalam. Namun, di tengah musibah ini, PT Jasa Raharja memastikan seluruh korban akan mendapatkan jaminan penuh. Insiden yang terjadi saat kapal berlayar dari Surabaya menuju Makassar ini menelan korban jiwa dan menyebabkan puluhan lainnya hilang, memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran.
KM Mutiara Sentosa II dilaporkan terbakar di perairan lepas pantai Pulau Madura, Jawa Timur, pada Minggu pagi. Musibah ini terjadi ketika kapal sedang dalam perjalanan rutinnya dari Surabaya menuju Makassar. Hingga Minggu malam, data awal menunjukkan lima orang meninggal dunia, sementara 41 penumpang lainnya masih hilang. Tim penyelamat berhasil menyelamatkan 225 orang dari kobaran api dan kepulan asap yang menyelimuti kapal. Kapal tersebut mengangkut sekitar 250 penumpang.
Jaminan Penuh dari Jasa Raharja untuk Korban
PT Jasa Raharja, sebagai perusahaan yang bertanggung jawab atas perlindungan dasar penumpang angkutan umum, segera bertindak cepat. Jasa Raharja memastikan seluruh korban kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan Sumenep akan mendapatkan jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jasa Raharja mengambil langkah ini untuk meringankan beban keluarga korban yang tengah menghadapi masa sulit. Jaminan ini mencakup santunan bagi korban meninggal dunia serta biaya perawatan bagi korban luka-luka. Pihak Jasa Raharja menegaskan komitmen ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan mereka, seperti yang Media Indonesia laporkan. Dengan adanya jaminan Jasa Raharja, proses pemulihan pasca-tragedi diharapkan dapat berjalan lebih baik bagi para keluarga yang terdampak.
Upaya Pencarian dan Penyelamatan Korban KM Mutiara Sentosa II
Setelah tim menerima laporan insiden kebakaran, mereka segera meluncurkan operasi pencarian dan penyelamatan skala besar. Tim Basarnas bersama berbagai elemen terkait mengerahkan personel ke lokasi kejadian di perairan Sumenep. Pihak berwenang mendirikan posko informasi di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, untuk memfasilitasi keluarga korban yang mencari informasi. Di posko ini, petugas Basarnas menempel informasi terkait penanganan peristiwa terbakarnya KM Mutiara Sentosa II, serta melayani pertanyaan dari warga yang cemas. Keluarga korban berkumpul di posko tersebut, dengan harapan mendapatkan kabar terbaru mengenai kerabat mereka yang menjadi penumpang kapal nahas itu. Banyak keluarga terlihat menanti dengan gelisah, seperti yang Liputan6 dokumentasikan. Operasi ini terus berlanjut, dengan fokus utama pada pencarian 41 penumpang yang tim masih belum menemukan.
Kisah Pilu di Balik Tragedi: Menanti Kabar Keluarga
Di tengah hiruk pikuk upaya penyelamatan dan kepastian jaminan, kisah-kisah pilu dari keluarga korban mulai muncul. Salah satunya adalah Devi, seorang perempuan warga Gresik, yang dengan cemas menanti kabar suaminya, Deni Tristiawan (35). Deni merupakan salah satu penumpang KM Mutiara Sentosa II yang terbakar. Ia adalah seorang sopir tronton yang pada hari itu mengendarai truk bermuatan besi dan koil. Rute ke arah Makassar ini sebenarnya bukan rute biasa bagi Deni, melainkan perjalanan yang baru pertama kali ia tempuh.
Deni berangkat naik KM Mutiara Sentosa II pada Sabtu, 1 Agustus malam. Komunikasi terakhir antara Deni dan Devi terjadi pada Minggu, 2 Agustus, sekitar pukul 07.00 WIB melalui sambungan telepon. Sejak saat itu, tidak ada lagi komunikasi yang terjalin, meninggalkan Devi dalam kegelisahan yang mendalam. Ia terus mencoba menghubungi suaminya, namun tidak berhasil. Devi justru mengetahui kabar mengenai kebakaran kapal yang Deni tumpangi melalui akun TikTok-nya sekitar pukul 12.00 WIB siang. “Mengetahui kabarnya dari TikTok, saya lihat di liveTikTok. Soalnya enggak ada yang ngabari. Sekitar jam setengah 12-an,” ujar Devi, menggambarkan kepanikannya.
Kepanikan Devi semakin memuncak saat ia mendatangi garasi tempat suaminya bekerja dan kemudian petugas mengarahkannya ke Pelabuhan Tanjung Perak. Di posko informasi, ia memeriksa daftar manifes penumpang resmi, namun petugas tidak mencantumkan nama Deni Tristiawan, 35 tahun. “Nggak ada (di manifes) nama Deni Tristiawan umur 35. Sama yang lain juga, teman-temannya korban, tadi saya tanya di depan nggak ada katanya, belum ada,” ungkap Devi, menambah lapisan kesedihan pada tragedi ini. Ketidakjelasan status Deni di manifes resmi menjadi tantangan tambahan bagi keluarga yang berharap mendapatkan informasi pasti.
Tragedi KM Mutiara Sentosa II menjadi pengingat akan risiko perjalanan laut, namun juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi para penumpang. Dengan adanya jaminan dari Jasa Raharja, keluarga korban berharap dapat sedikit terbantu dalam menghadapi cobaan ini. Sementara itu, tim terus melakukan upaya pencarian bagi korban yang masih hilang, diiringi doa dan harapan dari seluruh pihak agar tim dapat menemukan semua penumpang, baik dalam keadaan selamat maupun untuk proses identifikasi lebih lanjut. Solidaritas dan dukungan terus mengalir bagi mereka yang terdampak musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa II ini.
