Gambar Thumbnail generate AI
JAKARTA – Sektor makanan dan minuman (F&B) di kanal digital menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, mencerminkan perubahan signifikan dalam kebiasaan konsumen. Pada paruh pertama tahun 2026, terjadi lonjakan dramatis dalam aktivitas perdagangan F&B melalui platform e-commerce terkemuka seperti Tokopedia dan TikTok Shop. Data terbaru mengungkapkan bahwa jumlah pelaku usaha F&B yang aktif menjual produknya di kedua platform tersebut mengalami peningkatan sebesar 184 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lebih lanjut, jumlah pesanan F&B secara keseluruhan tercatat tumbuh hampir 95 persen, menandai sebuah era baru bagi industri kuliner di Indonesia.
Fenomena ini tidak hanya menunjukkan adaptasi cepat dari para pelaku usaha, tetapi juga respons positif dari konsumen yang semakin mengandalkan kanal digital untuk kebutuhan kuliner mereka. Peningkatan Pesanan F&B di Tokopedia dan TikTok Shop ini menjadi indikator kuat bahwa ekosistem digital telah menjadi tulang punggung baru bagi pertumbuhan ekonomi di sektor pangan dan minuman.
Lonjakan Signifikan: Peningkatan Pesanan F&B di Tokopedia dan TikTok Shop
Kanal digital telah terbukti menjadi medium yang sangat efektif dalam memperluas jangkauan pasar dan aktivitas bisnis kuliner. Peningkatan pesanan F&B di Tokopedia dan TikTok Shop yang mencapai hampir 95 persen pada semester I 2026 adalah bukti nyata dari efektivitas ini. Angka ini didukung oleh pertumbuhan jumlah pelaku usaha yang memanfaatkan platform digital, yang melonjak hingga 184 persen dalam periode yang sama. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengusaha kuliner yang menyadari potensi besar dari pasar online.
Fadlia Hifzia, Commercial Partnership TikTok SEA, dalam sebuah talkshow bertajuk TikTok Food Fest 2026 di Jakarta pada Senin (15/9/2026), menjelaskan bahwa peningkatan permintaan ini berjalan seiring dengan bertambahnya pelaku usaha yang memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan bisnis mereka. “Pertumbuhan permintaan itu berjalan dengan bertambahnya pelaku usaha,” ujar Fadlia Hifzia, menegaskan korelasi antara penawaran dan permintaan di ranah digital. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa ekosistem yang saling mendukung antara penjual dan pembeli telah berhasil diciptakan, mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Pergeseran Perilaku Konsumen dan Potensi Pasar Digital
Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor pendorong utama di balik aktivitas kuliner yang meningkat di kanal digital. Masyarakat kini semakin mengandalkan platform digital untuk mencari informasi sebelum membuat keputusan terkait makanan, baik itu untuk memasak sendiri, membeli produk siap saji, maupun menentukan tempat makan yang akan dikunjungi. Informasi yang relevan dan ulasan dari pengguna lain menjadi pertimbangan penting bagi konsumen modern.
Data internal TikTok menunjukkan tren yang jelas dalam minat konsumen terhadap konten kuliner. Sepanjang tahun 2025, konten terkait kuliner tercatat tumbuh sebesar 52 persen. Antusiasme ini terus berlanjut hingga September 2026, di mana sejumlah tagar kuliner telah menghasilkan lebih dari 8 juta unggahan video. Angka-angka ini menunjukkan betapa besar pengaruh media sosial dan platform digital dalam membentuk preferensi dan keputusan pembelian konsumen. Konten visual yang menarik dan ulasan otentik seringkali menjadi pemicu utama bagi konsumen untuk mencoba produk F&B baru atau mengunjungi tempat makan tertentu. Seluruh berita terkait ekonomi dapat diakses lebih lanjut melalui kanal Ekonomi Republika.
Peluang Emas bagi Pelaku Usaha Kuliner
Pertumbuhan aktivitas digital ini secara signifikan membuka peluang baru bagi pelaku usaha F&B untuk memperluas jangkauan pasar mereka, melampaui batasan geografis tradisional. Platform e-commerce menyediakan infrastruktur yang memungkinkan usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk bersaing di pasar yang lebih luas, menjangkau konsumen di berbagai daerah tanpa harus memiliki toko fisik di setiap lokasi. Ini adalah kesempatan emas bagi banyak pengusaha untuk meningkatkan skala bisnis mereka.
Salah satu contoh sukses dari pemanfaatan kanal digital ini adalah Cimol Bojot AA. Pemilik Cimol Bojot AA menceritakan bagaimana bisnisnya, yang awalnya hanya berfokus pada pasar lokal di Bandung, mulai berkembang pesat setelah serius memanfaatkan platform digital. Kisah Cimol Bojot AA menjadi inspirasi bagi banyak UMKM lain untuk berani merambah pasar digital. Dengan strategi yang tepat dan pemanfaatan fitur-fitur yang disediakan oleh platform seperti Tokopedia dan TikTok Shop, potensi pertumbuhan bisnis kuliner menjadi tak terbatas. Detail lebih lanjut mengenai peningkatan ini dapat dibaca pada artikel Pesanan F&B di Tokopedia dan TikTok Shop Naik 95 Persen.
Secara keseluruhan, Peningkatan Pesanan F&B di Tokopedia dan TikTok Shop bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari transformasi fundamental dalam cara masyarakat berinteraksi dengan makanan dan minuman. Kanal digital telah menjadi jembatan penting yang menghubungkan pelaku usaha dengan konsumen, menciptakan ekosistem yang dinamis dan penuh peluang. Dengan terus beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen dan memanfaatkan inovasi teknologi, industri F&B digital diprediksi akan terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar utama ekonomi digital Indonesia.