Gambar Thumbnail generate AI
Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah bersiap untuk melakukan revisi signifikan terhadap ketentuan batas minimum harga saham. Kebijakan ini, yang telah menjadi sorotan pelaku pasar, akan menghapus batasan harga terendah Rp 50 per saham atau yang dikenal luas sebagai saham gocap. Dengan perubahan ini, harga terendah saham yang dapat diperdagangkan di BEI berpotensi menjadi hanya Rp 1 per saham. Rencana penghapusan batas saham gocap ini diungkapkan oleh Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, pada Kamis (20/8/2026). Ia menjelaskan bahwa langkah strategis ini ditujukan untuk memperluas akses likuiditas di pasar modal Indonesia sekaligus mendorong proses pembentukan harga pasar atau *price discovery* yang lebih baik. “Untuk memberikan akses likuiditas dan *price discovery* yang lebih baik, kami akan menghapus batasan harga minimum Rp 50,” jelas Jeffrey. Informasi lebih lanjut mengenai rencana ini dapat ditemukan di detikFinance.
Implikasi Kebijakan Baru terhadap Pasar
Penghapusan batas saham gocap ini membawa implikasi besar bagi dinamika perdagangan saham di BEI. Selama ini, harga Rp 50 telah menjadi semacam ‘lantai’ atau batas bawah psikologis bagi investor. Anggapan bahwa Rp 50 adalah titik terbawah saham di BEI akan berubah drastis jika kebijakan baru ini resmi diterapkan. Saham-saham yang saat ini berada di level gocap, yang jumlahnya tidak sedikit, berpeluang untuk diperdagangkan di bawah Rp 50. Kondisi ini secara teori memungkinkan pergerakan harga saham ke level yang jauh lebih rendah, bahkan hingga Rp 1. Bagi pemegang saham gocap, kebijakan ini menempatkan nasib investasi mereka di ujung tanduk, karena batas harga minimum yang selama ini menjadi pegangan akan hilang. Pasar akan dihadapkan pada mekanisme perdagangan baru yang lebih fleksibel namun juga berpotensi lebih volatil di segmen harga terendah. Nasib pemegang saham gocap di ujung tanduk gara-gara ini telah menjadi topik hangat, seperti yang dilaporkan oleh CNBC Indonesia.
Mendorong Likuiditas dan Price Discovery
Alasan utama di balik rencana penghapusan batas saham gocap adalah untuk meningkatkan likuiditas pasar dan memperbaiki proses *price discovery*. Likuiditas yang lebih baik berarti saham dapat diperdagangkan dengan lebih mudah dan cepat tanpa memengaruhi harganya secara signifikan. Dengan tidak adanya batasan harga minimum, saham-saham yang sebelumnya ‘terjebak’ di level Rp 50 dapat menemukan harga keseimbangan yang sesungguhnya sesuai dengan penawaran dan permintaan pasar. Ini akan memungkinkan investor untuk keluar atau masuk ke posisi saham tersebut dengan lebih efisien. Proses *price discovery* yang lebih baik juga akan terbentuk karena harga saham akan mencerminkan nilai intrinsik dan kondisi fundamental perusahaan secara lebih akurat, tanpa distorsi dari batasan harga buatan. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih efisien dan transparan, di mana harga yang terbentuk adalah cerminan murni dari kekuatan pasar.
Proses Konsultasi dan Kesiapan Platform untuk Penghapusan Batas Saham Gocap
Sebelum implementasi, BEI tidak bergerak sendiri. Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa diskusi intensif telah dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan di pasar modal. Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) dan Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) menjadi mitra diskusi utama dalam merumuskan kebijakan ini. Pertemuan dengan kedua asosiasi tersebut telah dilaksanakan pada 19 Agustus 2026. Selain itu, BEI juga menggelar sejumlah diskusi dengan investor global untuk menghimpun pandangan dan mengetahui respons mereka terhadap rencana tersebut. Masukan dari berbagai pihak ini sangat penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang akan diterapkan dapat diterima dengan baik dan memberikan dampak positif bagi seluruh ekosistem pasar modal. Kendati demikian, Jeffrey tidak menyebutkan secara pasti kapan ketentuan ini akan diimplementasikan. Saat ini, BEI masih terus menghimpun masukan dari pelaku pasar dan secara paralel mengukur kesiapan platform perdagangan di Anggota Bursa. Detail mekanisme perdagangan baru akan disampaikan kemudian setelah semua masukan terkumpul dan kesiapan platform dipastikan.