Gambar Thumbnail generate AI
Jakarta – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah memicu respons cepat dari berbagai pihak. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI dan PT Pegadaian menjadi dua di antara lembaga yang sigap bergerak memobilisasi bantuan gempa NTT, menyalurkan dukungan darurat serta layanan esensial bagi masyarakat terdampak. Pemerintah juga memperkuat komitmen kemanusiaan ini dengan kehadiran langsung jajaran di lokasi bencana sejak hari pertama kejadian, menunjukkan keseriusan dalam penanganan dan pemulihan pascagempa. Upaya kolaboratif ini menjadi pilar penting dalam meringankan beban warga di tengah situasi sulit.
Baznas RI Memperkuat Mobilisasi Bantuan Gempa NTT
Baznas RI, sebagai bagian dari kepedulian kemanusiaan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, telah memobilisasi bantuan darurat dan layanan kesehatan secara ekstensif. Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menjelaskan bahwa Baznas terus memperkuat penanganan gempa NTT melalui penyaluran berbagai jenis bantuan. Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, makanan, tenda pengungsian, serta layanan kesehatan. Selain itu, Baznas juga memfokuskan perlakuan khusus bagi ibu dan anak, bersama dengan perbaikan fasilitas umum yang rusak seperti sekolah, masjid, dan MCK.
Sodik Mudjahid menyatakan, “Ini adalah bagian pengabdian kita kepada Allah, bagian dari pengabdian kita kepada sesama bangsa, mudah-mudahan dicatat oleh Allah sebagai rasa syukur kita atas kemerdekaan yang Allah limpahkan kepada bangsa Indonesia.” Baznas menerjunkan personel Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB) langsung ke Labuan Bajo sebagai langkah tanggap darurat pascagempa pada Sabtu (15/8). Di sana, tim mendirikan posko dan dapur umum, serta menyalurkan bantuan logistik di Desa Reo, Kabupaten Manggarai.
Untuk mempercepat proses pemulihan di NTT, Sodik Mudjahid juga mengajak masyarakat dan para donatur untuk mendukung penanganan korban gempa melalui infak, sedekah, dan donasi. Ia menambahkan, “Kita berharap bahwa pasukan-pasukan kita yang sudah berada di NTT itu juga mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari para muzaki, dari para munfiq , dari para donatur untuk terus memberikan dukungan sedekahnya, infaknya, dan donasinya kepada pasukan-pasukan kita yang mulai hari kemarin sudah bergerak di NTT.” Masyarakat dapat menemukan informasi lebih lanjut mengenai upaya Baznas di Antara News.
Pegadaian Peduli Salurkan Bantuan Tanggap Darurat
Tidak hanya Baznas, PT Pegadaian juga menunjukkan respons cepat dalam memobilisasi bantuan gempa NTT. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Pegadaian Peduli”, perusahaan ini menyalurkan bantuan tanggap darurat sebagai bentuk kepedulian sosial guna membantu meringankan beban warga terdampak. Penyaluran bantuan tahap awal ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di beberapa wilayah yang paling membutuhkan.
Pegadaian Kantor Wilayah Denpasar menyalurkan bantuan logistik yang mencakup bahan pangan pokok (sembako), air bersih, perlengkapan bayi dan anak balita, obat-obatan, serta perlengkapan sanitasi. Selain itu, tim juga menyediakan fasilitas perlindungan sementara seperti tenda pengungsian, selimut, dan tikar lipat untuk para pengungsi. Tim Pegadaian melakukan penyaluran bantuan ini secara langsung pada Senin, 17 Agustus 2026, demi memastikan bantuan tiba secara cepat dan tepat sasaran. Titik-titik distribusi meliputi Kabupaten Sikka, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, serta Kabupaten Manggarai Timur.
Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan upaya Pegadaian untuk terus hadir di tengah masyarakat. Melalui “Pegadaian Peduli”, komitmen perusahaan tidak hanya terbatas pada fase tanggap darurat, tetapi juga akan mendampingi masyarakat hingga fase pemulihan pascabencana. Pembaca dapat membaca lebih lanjut upaya Pegadaian dalam membantu korban gempa ini di Tempo.co.
Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Pascagempa
Pemerintah Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Flores. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak.
Kehadiran langsung para pejabat tinggi negara di lokasi bencana sejak awal menunjukkan prioritas pemerintah dalam merespons krisis ini. Pemerintah mengambil langkah ini untuk memastikan bahwa koordinasi dan distribusi bantuan berjalan efektif, serta kebutuhan mendesak masyarakat segera terpenuhi. Penanganan yang cepat dan terkoordinasi diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk gempa dan mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah-wilayah yang terkena dampak. Komitmen ini menjadi landasan kuat bagi seluruh upaya pemulihan yang sedang dan akan terus dilakukan.
Secara keseluruhan, respons terhadap gempa bumi M7,7 di NTT telah menunjukkan solidaritas dan kecepatan aksi dari berbagai elemen bangsa. Dari Baznas RI yang memobilisasi bantuan gempa NTT dengan fokus pada kebutuhan dasar dan perbaikan fasilitas, hingga Pegadaian yang menyalurkan bantuan tanggap darurat dengan jangkauan luas, serta dukungan penuh dari Pemerintah Indonesia, semua pihak bersatu padu. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana alam, dengan harapan agar masyarakat NTT dapat segera bangkit dan pulih sepenuhnya dari dampak gempa.