Surabaya, Jatimupdate.id – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diharapkan menjadi titik balik penting bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk semakin menunjukkan keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Harapan ini disampaikan oleh Yuga Pratisabda Widyawasta, Sekretaris DPD PSI Surabaya, pada Senin, 17 Agustus 2026. Yuga menekankan bahwa perayaan kemerdekaan seharusnya menjadi ruang yang kondusif bagi pertumbuhan dan pengembangan UMKM Surabaya, memastikan mereka dapat menjalankan usaha dengan nyaman, aman, dan tenang.
Menurut Yuga, pihaknya masih terus menerima sejumlah aduan dari para pelaku UMKM terkait kenyamanan mereka dalam menjalankan kegiatan usaha. Meskipun penataan kota yang dilakukan oleh pemerintah pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan ketertiban dan kenyamanan bagi seluruh warga, Yuga mengingatkan bahwa kebijakan tersebut juga harus mempertimbangkan keberlangsungan usaha para pedagang kecil. Jangan sampai, imbuhnya, kebijakan penataan justru menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelaku UMKM, terutama di tengah semangat kemerdekaan yang seharusnya dirayakan bersama.
“Kami berharap penataan yang sudah dilakukan pemerintah kota ini sebetulnya baik untuk masyarakat Kota Surabaya, tetapi juga harus memikirkan bagaimana para pelaku UMKM ini dapat berkembang dan menikmati kemerdekaan dengan nyaman, aman, dan tenang,” kata Yuga kepada Jatimupdate. Pernyataan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara ketertiban kota dan dukungan terhadap sektor ekonomi kerakyatan. Aspek keamanan dan kenyamanan, baik bagi pedagang kaki lima maupun pengguna jalan, perlu menjadi perhatian bersama agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Oleh karena itu, penataan UMKM harus dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh pihak secara adil dan merata.
Memastikan Kenyamanan dan Keamanan Pelaku UMKM
Kenyamanan dan keamanan bagi pelaku UMKM adalah fondasi utama bagi keberlanjutan usaha mereka. Tanpa lingkungan yang mendukung, potensi pengembangan UMKM Surabaya akan sulit terwujud secara optimal. Yuga menyoroti bahwa aduan yang masuk ke DPD PSI Surabaya mengindikasikan adanya celah dalam implementasi kebijakan penataan kota. Penataan yang ideal seharusnya tidak hanya berfokus pada estetika atau kelancaran lalu lintas semata, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi terhadap masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas berdagang. Sebuah kota yang ramah UMKM adalah kota yang mampu menyeimbangkan berbagai kepentingan warganya, menciptakan ekosistem yang inklusif bagi semua. Dukungan terhadap UMKM dapat dilihat sebagai investasi jangka panjang bagi perekonomian lokal. Informasi lebih lanjut mengenai pernyataan Yuga dapat dibaca di artikel Jatimupdate.id.
Pelibatan UMKM dalam Berbagai Kegiatan Kemerdekaan
Selain memastikan kenyamanan, Yuga juga mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk memperbanyak pelibatan UMKM dalam berbagai kegiatan yang digelar selama momentum kemerdekaan. Menurutnya, acara-acara seperti pameran UMKM dapat menjadi ruang yang sangat efektif bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas jaringan pasar mereka. Kesempatan ini tidak hanya meningkatkan omzet, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi UMKM dalam berinteraksi langsung dengan konsumen dan mempelajari tren pasar. Inisiatif seperti Surabaya Great Expo, yang telah dikenal sebagai ajang promosi produk lokal, diharapkan dapat lebih sering melibatkan para pelaku UMKM, terutama pada perayaan-perayaan besar seperti HUT RI.
“Contohnya Surabaya mengadakan Surabaya Great Expo, pameran-pameran UMKM. Kami harapkan mungkin di event-event kemerdekaan ini lebih banyak melibatkan teman-teman pelaku UMKM untuk di kegiatan-kegiatannya,” ujarnya. Pelibatan aktif ini akan memberikan dampak ganda: meramaikan perayaan kemerdekaan dengan produk-produk lokal yang beragam, sekaligus memberikan dorongan signifikan bagi pengembangan UMKM Surabaya. Ini adalah cara konkret untuk mewujudkan semangat kemerdekaan ekonomi di tingkat akar rumput, di mana setiap warga memiliki kesempatan untuk maju dan sejahtera.
Harapan untuk Pengembangan UMKM Surabaya yang Berkelanjutan
Secara keseluruhan, harapan Yuga Pratisabda Widyawasta adalah agar momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga katalisator nyata bagi pengembangan UMKM Surabaya yang berkelanjutan. Dengan kebijakan yang lebih ramah dan pelibatan yang lebih intensif, UMKM di Surabaya dapat tumbuh menjadi tulang punggung ekonomi kota yang kuat dan tangguh. Semangat kemerdekaan harus diterjemahkan dalam upaya nyata untuk memberdayakan masyarakat, memberikan mereka kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi pada kemajuan kota. Ini adalah visi yang sejalan dengan cita-cita kemerdekaan, yaitu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di tengah berbagai perayaan HUT ke-81 RI yang berlangsung di seluruh penjuru negeri, termasuk pemberian remisi kepada narapidana di berbagai lembaga pemasyarakatan seperti yang dilaporkan oleh Detik.com, fokus pada pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM di Surabaya menjadi salah satu aspek penting dari pembangunan nasional. Yuga Pratisabda Widyawasta menutup pernyataannya dengan ucapan selamat, “Selamat Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-81,” sebuah harapan yang mencerminkan optimisme terhadap masa depan bangsa, termasuk bagi UMKM di Surabaya.
