Jakarta – Calon presiden terpilih Prabowo Subianto telah mengeluarkan perintah tegas kepada dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis, Pertamina dan PLN. Perintah tersebut berfokus pada upaya efisiensi melalui pengurangan jumlah anak dan cucu perusahaan yang dinilai sudah terlalu banyak. Arahan ini disampaikan Prabowo dalam acara Mandiri Investment Forum 2024 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 5 Maret 2024.
Dalam forum tersebut, Prabowo Subianto secara lugas menyatakan bahwa langkah pemangkasan ini merupakan bagian integral dari visinya untuk menjadikan BUMN lebih ramping, efektif, dan berdaya saing. Penekanan pada efisiensi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja kedua perusahaan vital tersebut, yang memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional. Kebijakan untuk pangkas anak cucu perusahaan BUMN ini menjadi sorotan utama, mengingat dampaknya yang luas terhadap struktur korporasi dan operasional BUMN.
Perintah Tegas untuk Efisiensi BUMN
Prabowo Subianto tidak ragu dalam menyampaikan instruksinya. Di hadapan para investor dan pemangku kepentingan, ia menegaskan perlunya restrukturisasi internal di Pertamina dan PLN. “Saya sudah perintahkan kepada Pertamina dan PLN, saya kira sudah terlalu banyak anak dan cucu perusahaan. Ini harus dipangkas,” kata Prabowo. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmennya untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih efisien dan transparan. Tujuan utama dari pemangkasan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, sehingga sumber daya dapat dialokasikan secara lebih optimal untuk mendukung inti bisnis perusahaan.
Langkah ini dianggap penting untuk menghilangkan tumpang tindih fungsi, mengurangi biaya operasional yang tidak perlu, dan mempercepat pengambilan keputusan. Dengan struktur yang lebih ramping, Pertamina dan PLN diharapkan dapat bergerak lebih lincah dalam menghadapi tantangan pasar global dan memenuhi kebutuhan energi nasional. Perintah untuk pangkas anak cucu perusahaan BUMN ini juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.
Visi Prabowo untuk BUMN sebagai Lokomotif Ekonomi
Lebih dari sekadar efisiensi internal, Prabowo Subianto memiliki visi yang lebih besar untuk BUMN. Ia menegaskan bahwa BUMN harus menjadi lokomotif pembangunan ekonomi nasional. Dalam pandangannya, BUMN tidak boleh merugi dan harus selalu menguntungkan. Keuntungan yang dihasilkan oleh BUMN diharapkan dapat kembali disalurkan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat. “BUMN harus efisien, tidak boleh rugi, dan harus menguntungkan,” tegasnya. Penekanan pada profitabilitas ini sejalan dengan prinsip-prinsip korporasi modern yang menuntut akuntabilitas dan kinerja finansial yang kuat.
Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya BUMN untuk menjadi perusahaan kelas dunia yang mampu bersaing di pasar global. Ambisi ini menuntut BUMN untuk tidak hanya beroperasi secara efisien di dalam negeri, tetapi juga memiliki daya saing internasional, baik dari segi inovasi, kualitas produk, maupun layanan. “Kita harus menjadi perusahaan kelas dunia yang mampu bersaing di pasar global,” imbuhnya. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan transformasi menyeluruh, termasuk dalam hal manajemen dan strategi bisnis.
Komitmen Anti-Korupsi dan Penempatan SDM Terbaik
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo Subianto juga menyampaikan komitmen kuatnya terhadap pemberantasan korupsi di lingkungan BUMN. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap praktik korupsi, yang seringkali menjadi penghambat utama kemajuan dan efisiensi. “Saya tidak akan tolerir korupsi. Kita harus bersih,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan pemerintah mendatang dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih dan berintegritas, yang merupakan prasyarat penting untuk menarik investasi dan membangun kepercayaan publik.
Untuk memastikan bahwa BUMN dapat berjalan sesuai dengan visi yang telah ditetapkan, Prabowo juga berencana untuk menempatkan orang-orang terbaik di posisi-posisi kunci dalam manajemen BUMN. Pemilihan individu-individu yang kompeten dan berintegritas tinggi diharapkan dapat membawa perubahan positif dan mendorong inovasi. “Kita akan menempatkan orang-orang terbaik di BUMN. Kita akan cari yang terbaik,” ujarnya. Dengan demikian, upaya untuk pangkas anak cucu perusahaan BUMN akan diiringi dengan peningkatan kualitas kepemimpinan dan tata kelola. Seluruh langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk membangun ekonomi yang kuat dan mandiri, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia. “Kita harus membangun ekonomi yang kuat dan mandiri,” pungkasnya, menutup pidatonya dengan pesan optimisme dan determinasi.
