Inisiatif Strategis Pertamina untuk UMKM Pesisir
Pertamina Patra Niaga, melalui program Community Involvement & Development (CID) yang diberi nama Kampung Bahari Si Pelaut, telah menunjukkan komitmen yang mendalam dalam memberdayakan masyarakat pesisir di Kampung Tua Terih, Batam. Pertamina merancang inisiatif strategis ini secara cermat untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat mengoptimalkan seluruh potensi yang terkandung dalam pengolahan hasil laut. Tujuannya sangat jelas: mengubah sumber daya maritim yang melimpah menjadi produk pangan bernilai tinggi yang siap bersaing di pasar, sekaligus membuka peluang usaha baru yang signifikan. Pada akhirnya, upaya ini diharapkan dapat secara substansial meningkatkan penghasilan keluarga di wilayah pesisir tersebut, memberikan dampak ekonomi yang positif dan berkelanjutan. Program ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Hang Nadim dalam membina dan mengembangkan komunitas lokal, memastikan bahwa dukungan yang diberikan bersifat komprehensif dan terarah.
Dalam sebuah kunjungan lapangan yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 5 Agustus, Pertamina Patra Niaga memberikan dukungan konkret yang sangat dinantikan oleh masyarakat. Perusahaan secara simbolis menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila kepada dua kelompok kunci yang menjadi motor penggerak ekonomi di Kampung Tua Terih: Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari. Kedua kelompok ini merupakan pilar penting dalam struktur sosial dan ekonomi masyarakat setempat, dengan peran aktif dalam berbagai kegiatan produktif. Bantuan bibit ikan ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi pengembangan budidaya perikanan yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan. Dengan pasokan bibit yang memadai, para pelaku UMKM akan memiliki akses yang lebih stabil terhadap bahan baku berkualitas tinggi, yang esensial untuk diolah menjadi berbagai produk pangan. Dukungan semacam ini sangat krusial dan memiliki efek domino bagi masyarakat pesisir yang secara tradisional menggantungkan sebagian besar mata pencahariannya pada sektor kelautan, membantu mereka beralih dari sekadar penangkap menjadi produsen dengan nilai tambah.
Mengembangkan Olahan Hasil Laut Berdaya Saing
Berbagai pihak secara luas telah mengakui potensi besar yang dimiliki Kampung Tua Terih dalam mengolah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan inovatif. Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, secara khusus menyoroti hal ini dalam keterangan tertulisnya yang dirilis pada hari Minggu, tanggal 9 Agustus 2026. Beliau dengan tegas menyatakan, “Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.” Pernyataan ini tidak hanya sekadar apresiasi, melainkan juga sebuah penegasan terhadap visi Pertamina untuk tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan dampak jangka panjang dari setiap program pemberdayaan yang dijalankan. Ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dan pengembangan produk olahan hasil laut yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumsi lokal tetapi juga memiliki daya saing yang kuat di pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional.
Melalui implementasi program Kampung Bahari Si Pelaut, Pertamina secara aktif mengajak dan mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjual hasil tangkapan laut mereka dalam bentuk mentah. Sebaliknya, Pertamina mendampingi mereka mengolahnya menjadi berbagai produk pangan yang memiliki nilai jual jauh lebih tinggi. Contohnya bisa berupa kerupuk ikan dengan aneka rasa, abon ikan yang kaya gizi, atau berbagai produk olahan lainnya yang tidak hanya dapat memperpanjang masa simpan bahan baku tetapi juga secara signifikan meningkatkan keuntungan bagi para produsen. Aspek edukasi juga menjadi bagian integral dan tak terpisahkan dari program ini. Pertamina memberikan pelatihan mengenai teknik pengolahan yang higienis dan modern, strategi pengemasan yang menarik dan aman, serta metode pemasaran yang efektif, semuanya kepada para pelaku UMKM. Dengan demikian, Pertamina tidak hanya membekali para pelaku UMKM dengan bahan baku yang berkualitas, tetapi juga melengkapi mereka dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka secara mandiri, berkelanjutan, dan profesional. Inisiatif ini secara langsung mendukung upaya Pertamina Bantu UMKM Kembangkan Olahan Hasil Laut menjadi lebih inovatif, efisien, dan pada akhirnya, lebih menguntungkan bagi masyarakat.
Pendekatan Holistik dalam Pemberdayaan Komunitas Pesisir
Program Kampung Bahari Si Pelaut merupakan sebuah inisiatif yang dirancang dengan pendekatan holistik, melibatkan empat kelompok berbeda dengan fokus pengembangan yang beragam dan saling melengkapi. Selain budidaya ikan yang secara tradisional menjadi tulang punggung ekonomi maritim masyarakat pesisir, program ini juga secara aktif mencakup pengembangan budidaya sayuran. Diversifikasi ini memiliki peran ganda yang sangat penting: pertama, untuk memastikan ketahanan pangan lokal dengan menyediakan sumber makanan yang beragam; dan kedua, untuk memberikan alternatif sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat, mengurangi ketergantungan hanya pada satu sektor. Lebih dari itu, program ini juga memprioritaskan aspek rehabilitasi mangrove. Rehabilitasi mangrove sangat krusial dan memiliki dampak jangka panjang untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang rapuh, melindungi garis pantai dari ancaman abrasi yang terus-menerus, serta menyediakan habitat alami yang vital bagi berbagai spesies laut, termasuk ikan yang masyarakat budidayakan.
Pendekatan yang komprehensif dan holistik ini secara jelas menunjukkan bahwa Pertamina Patra Niaga tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi semata dalam program pemberdayaannya. Lebih dari itu, perusahaan juga sangat memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial masyarakat. Keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan, mulai dari budidaya ikan dan sayuran hingga upaya pelestarian dan rehabilitasi lingkungan mangrove, menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama yang kuat. Hal ini sejalan dengan visi besar untuk menciptakan komunitas yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga produktif, berdaya saing, dan memiliki wawasan lingkungan yang tinggi. Dengan dukungan yang terkoordinasi, terencana, dan berkelanjutan dari Pertamina, diharapkan Kampung Tua Terih dapat menjadi sebuah model percontohan yang inspiratif bagi pengembangan UMKM pesisir lainnya di seluruh Indonesia. Kisah sukses ini akan menunjukkan bagaimana kolaborasi yang erat dan sinergis antara perusahaan besar dan masyarakat lokal dapat menghasilkan dampak positif yang luas, berjangka panjang, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan bersama. Informasi lebih lanjut mengenai inisiatif ini dapat ditemukan di sumber berita ekonomi dan bisnis yang relevan.
