Gambar Thumbnail generate AI
Depok digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas yang termutilasi di dalam karung. Penemuan mengerikan ini terjadi di kawasan Tanah Merah, Jalan Kapling Depkes RT 03 RW 17, Kelurahan/Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pihak kepolisian, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengonfirmasi bahwa sebagian tubuh korban tidak ditemukan di lokasi penemuan. Kasus ini kini menjadi fokus penyelidikan intensif oleh Polres Metro Depok untuk mengungkap identitas korban dan pelaku di balik kejahatan keji ini.
Keberadaan jasad dalam karung ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat di wilayah Pancoran Mas pada Selasa sore sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, karung tersebut dikira berisi sampah oleh warga sekitar, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan. Namun, kejadian berubah drastis ketika salah seorang warga mencoba membakar karung tersebut, yang kemudian mengungkap isi mengerikan di dalamnya.
Penemuan Mengejutkan dan Kesalahpahaman Awal
Penemuan mayat termutilasi ini bermula dari laporan warga yang melihat sebuah karung mencurigakan di lahan kosong di Pancoran Mas. Saksi H, yang pertama kali melihat karung tersebut, mengira isinya adalah sampah. Informasi mengenai karung ini kemudian diberitahukan kepada adiknya, MR. Pada Selasa sore, sekitar pukul 15.30 WIB, MR bermaksud membakar karung yang diduga berisi sampah tersebut. Betapa terkejutnya MR saat api mulai melahap karung dan sebagian isinya meleleh, ia melihat bagian tubuh manusia di dalamnya. Jasad korban ditemukan terbungkus menggunakan kresek hitam yang dilapisi karung beras di bagian luar, menambah misteri di balik penemuan ini. Kondisi mayat yang telanjang dan tanpa kaki semakin memperkuat dugaan mutilasi yang dilakukan secara brutal. Kejadian ini segera dilaporkan kepada pihak berwajib, memicu respons cepat dari kepolisian setempat. Penemuan ini menjadi sorotan utama, mengingat kekejian di balik tindakan tersebut dan upaya untuk menyembunyikan jejak kejahatan. Informasi lebih lanjut mengenai kronologi penemuan ini dapat dibaca pada laporan Mayat Mutilasi dalam Karung di Depok Dikira Sampah, Sempat Dibakar Warga.
Penyelidikan Intensif: Polisi Tak Temukan Sebagian Tubuh Mayat dalam Karung di Depok
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian dari Polres Metro Depok segera bergerak cepat ke lokasi kejadian. Tim Inafis Polres Metro Depok melakukan identifikasi awal dan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh. Pemeriksaan saksi-saksi yang menemukan jasad juga dilakukan untuk mengumpulkan informasi awal. Dalam proses penyelidikan ini, fakta mengejutkan terungkap: Polisi tak temukan sebagian tubuh mayat dalam karung di Depok di lokasi penemuan. Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, menyatakan, “Ya, dapat kami sampaikan sebagian tubuh dari korban itu tidak ditemukan di TKP. Namun, kami masih melakukan penyelidikan.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa kasus ini melibatkan tindakan mutilasi yang terencana, dengan bagian tubuh korban yang sengaja dihilangkan atau dipindahkan dari lokasi penemuan. Jasad korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk penanganan awal dan pemeriksaan forensik lebih lanjut. Proses ini sangat krusial untuk mengidentifikasi korban dan mengumpulkan bukti-bukti penting yang dapat mengarah pada pengungkapan pelaku.
Upaya Identifikasi dan Proses Autopsi Lanjut
Langkah selanjutnya dalam penanganan kasus ini adalah proses autopsi yang akan dilakukan bersama tim dokter forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Autopsi ini diharapkan dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab kematian, perkiraan waktu kematian, serta detail lain terkait luka-luka pada tubuh korban. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa Tim Inafis Polres Metro Depok telah melakukan identifikasi awal dan mengevakuasi jenazah ke RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan forensik lebih lanjut. Identitas korban masih belum diketahui dan menjadi prioritas utama dalam penyelidikan. AKBP Made Gede Oka Utama menambahkan, “Untuk identitas korban nanti kami akan sampaikan setelah kita mendapatkan kepastian.” Proses identifikasi ini seringkali memakan waktu, terutama jika tidak ada dokumen identitas yang ditemukan bersama korban. Pihak kepolisian terus berupaya keras untuk mengungkap identitas korban dan motif di balik pembunuhan keji ini, serta memburu para pelaku yang bertanggung jawab atas tindakan brutal tersebut. Penyelidikan akan terus berlanjut hingga semua fakta terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.